Jembrana - Umat Hindu melaksanakan Karya Mamungkah Padudusan Agung Menawa Ratna Tawur Tabuh Gentuh di Pura Dang Kahyangan Prapat Agung, yang jatuh bertepatan dengan Budha Kliwon, Rabu, 15 Oktober 2025. Upacara agung ini menjadi salah satu prosesi yadnya terbesar yang digelar di pura tersebut sebagai wujud penyucian dan keseimbangan alam semesta (Bhuana Agung dan Bhuana Alit).
Prosesi Tawur Agung Tabuh Gentuh kali ini dipuput oleh lima Ida Pedanda Siwa saking Klungkung dan satu Ida Pedanda Budha, yang memimpin jalannya upacara dengan penuh kesakralan.
Upacara Tabuh Gentuh dilaksanakan menggunakan tingkatan upacara tertinggi, yaitu Utama dari yang Utama, dengan persembahan berbagai kurban suci sebagai simbol keseimbangan dan pengharmonisan unsur alam, meliputi enam ekor kerbau, satu ekor menjangan, monyet, kura-kura, kambing hitam, asu blangbungkem, bawi guling, serta berbagai jenis unggas.
Puncak prosesi Tawur Tabuh Gentuh berlangsung khidmat setelah seluruh doa dan puja selesai dilantunkan oleh para sulinggih. Kesakralan upacara semakin terasa ketika topèng sakral Bhagawan Lingsir Sida Karya ditarikan sebagai simbol turunnya restu Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui perwujudan Dewa Siwa.
Melalui pelaksanaan Karya Mamungkah Padudusan Agung Menawa Ratna Tawur Tabuh Gentuh ini, umat berharap terciptanya kerahayuan jagat, kesejahteraan bersama, serta keharmonisan antara manusia, alam, dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.