Pemerintahan 29 Apr 2026

Laporan Giat Dinas Nakerperin Jembrana

A

Oleh Administrator

2 Menit Baca
5 kali dilihat
Laporan Giat Dinas Nakerperin Jembrana

"Edisi: Rabu, 29 April 2026 Hari ini, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Jembrana bergerak serentak dalam berbagai agenda strategis untuk mendukung visi "Demi Jembrana Pasti Bisa". Berikut..."

Hari ini, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Jembrana bergerak serentak dalam berbagai agenda strategis untuk mendukung visi "Demi Jembrana Pasti Bisa". Berikut adalah rangkuman kegiatannya:

Mengawali hari, Kepala Dinas Nakerperin, Ibu Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, SSTP, M.H, memimpin Rapat Internal di Ruang Rapat Kadis. Pertemuan ini dihadiri oleh Sekdis, jajaran Kepala Bidang, Ka. UPTD BLK, Pejabat Fungsional, serta Kasubag Umum dan Keuangan guna memperkuat koordinasi program kerja.

Pasca rapat, agenda dilanjutkan dengan peninjauan lokasi persiapan May Day. Didampingi oleh Kabid Hubungan Industrial, Mediator, dan tim BPJS Ketenagakerjaan Jembrana, pemantauan ini dilakukan untuk memastikan perayaan Hari Buruh mendatang berjalan lancar, aman, dan kolaboratif.

Bidang Perindustrian terjun langsung ke lapangan dan ruang digital melalui dua agenda utama:

Diseminasi Data Industri: Pendataan dan penguatan basis data industri dilakukan di Desa/Kelurahan se-Kecamatan Mendoyo.

Live SeTePOK Jembrana: Aksi nyata promosi produk lokal melalui sesi review produk IKM Tenunan unggulan Jembrana untuk menjangkau pasar yang lebih luas secara daring.

Bidang P3T (Pelatihan, Penempatan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi) fokus pada layanan pendampingan dan jaminan finansial:

Legalitas LPK: Pendampingan pelayanan perizinan bagi LPK (Lembaga Pelatihan Kerja) baru.

Dukungan PMI & PPLN: Pelayanan subsidi kredit bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan PPLN, termasuk proses penerimaan pemohon subsidi kredit dana talangan untuk meringankan beban biaya keberangkatan pahlawan devisa kita.

"Terus bergerak, melayani dengan hati, demi peningkatan kesejahteraan tenaga kerja dan industri di Bumi Makepung."