Jembrana - Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 Kecamatan Negara mengusung tema “Transformasi Teknologi dalam Empati Fiskal untuk Kemandirian Industri, Perdagangan dan Ketahanan Pangan Menuju Jembrana Maju, Harmoni dan Bermartabat”. Kegiatan ini dilaksanakan di Mendopo Kesari, Kecamatan Negara.
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna, S.T.,M.T., Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana, Anggota DPRD Kabupaten Jembrana Dapil Negara, para pimpinan Perangkat Daerah, Camat Negara beserta jajaran Forkopimcam, para lurah dan perbekel se-Kecamatan Negara, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan dan tokoh pemuda.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Jembrana menyampaikan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan maupun kegiatan untuk memenuhi kewajiban administratif. Musrenbang merupakan forum strategis sebagai ruang mendengar, tempat pemerintah menyerap aspirasi desa, kelurahan, dan masyarakat Jembrana secara terbuka dan apa adanya.
Beliau menekankan agar pelaksanaan Musrenbang berjalan secara jujur, terbuka dan membumi. Masyarakat diminta tidak ragu menyampaikan berbagai persoalan nyata yang dihadapi, mulai dari sektor pertanian, ekonomi keluarga, lapangan kerja, pelayanan publik, hingga isu-isu yang berkaitan dengan anak muda dan perempuan.
Lebih lanjut disampaikan bahwa penyusunan RKPD Tahun 2027 dilakukan dalam situasi yang menuntut kebijakan yang bijak dan tepat sasaran, mengingat keterbatasan anggaran daerah. Oleh karena itu, diperlukan dua prinsip utama yang harus dipegang bersama, yaitu empati fiskal dan transformasi teknologi.
Empati fiskal dimaknai sebagai pengelolaan anggaran yang tidak sekadar berbasis angka, namun harus benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, membantu kelompok rentan, mengurangi kemiskinan, serta menggerakkan perekonomian desa.
Sementara itu, transformasi teknologi menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu mempercepat pelayanan publik, mempermudah urusan masyarakat, serta meningkatkan produktivitas ekonomi rakyat dari desa hingga kecamatan.
Dalam arahannya, Wakil Bupati juga menekankan beberapa prioritas pembangunan, di antaranya penguatan ketahanan dan kedaulatan pangan, pengembangan industri dan perdagangan rakyat melalui hilirisasi dan penguatan IKM, serta harmonisasi pembangunan yang tetap selaras dengan nilai agama, budaya, dan kearifan lokal sebagai wujud semangat Tri Hita Karana.
Di akhir sambutannya, Wakil Bupati mengajak seluruh elemen, termasuk generasi muda, untuk terlibat aktif dan menjadikan Musrenbang sebagai ruang dialog yang konstruktif, bukan sekadar formalitas.