JEMBRANA – Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Jembrana terus berupaya melakukan terobosan untuk mempermudah akses pembiayaan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Pekerja Pelaut Luar Negeri (PPLN) asal Jembrana.
Pada Rabu (11/03/2026), jajaran Disnakerin Kabupaten Jembrana melakukan kunjungan kerja strategis ke kantor PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Bali Mandara. Pertemuan ini difokuskan pada pembahasan rencana skema subsidi kredit bagi para pekerja luar negeri.
Dalam pertemuan yang berlangsung produktif tersebut, kedua belah pihak membahas langkah konkret terkait kendala utama yang sering dihadapi calon pekerja, yakni akses permodalan. Beberapa poin krusial yang menjadi pembahasan utama meliputi:
Penyelesaian Masalah Akses Kredit: Pembahasan mendalam terkait kendala BI Checking/SLIK OJK yang sering menjadi hambatan bagi PMI/PPLN dalam mengajukan kredit.
Penjaminan dan Pengelolaan Risiko: Diskusi mengenai mekanisme penjaminan kredit yang aman bagi kedua belah pihak guna memastikan keberlangsungan program subsidi.
Perluasan Layanan Jaminan: Upaya memperluas cakupan layanan penjaminan agar lebih inklusif bagi seluruh lapisan pekerja sektor luar negeri di Jembrana.
Delegasi Disnakerin Jembrana diterima langsung oleh Direktur Bisnis Jamkrida Bali Mandara, I Made Gede Budi Dwipayana, SE, Ak, didampingi Kepala Divisi Pemasaran Candra Trisna, Kabag Riset, Pengembangan Produk dan Layanan Alit Rahayu, serta perwakilan Bagian Manajemen Risiko, Triani.
Selain jajaran manajemen Jamkrida, hadir pula perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memberikan supervisi terkait regulasi dan perlindungan konsumen, di antaranya:
Irhamsah (Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis).
Made Novi Susilowati (Kepala Divisi Pengawasan LJK 2).
I Gusti Bagus Adi Wijaya (Asisten Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan...).
Putu Anrisa Priyasta (Manajer Deputi Direktur Pengawasan LJK 2).
Adam Ultra Sjahbunan (Manajer Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan...).
Muhammad Ansar (Asisten Manajer Pengawasan LJK 2).
Niswah Yanfa Nabilah Syams (Asisten Manajer Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan...).
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal yang solid dalam menciptakan ekosistem pembiayaan yang memudahkan masyarakat Jembrana untuk bekerja ke luar negeri secara legal dan terlindungi secara finansial. Dengan adanya kolaborasi antara Disnakerin, Jamkrida, dan pengawasan ketat dari OJK, diharapkan risiko finansial bagi calon pekerja dapat ditekan seminimal mungkin.