Perkuat Sinergi Lintas Pemerintah, Bupati Jembrana Didampingi Kadis Nakerperin Paparkan Strategi Makro Ekonomi di Rakor Se-Bali
JEMBRANA – Pemerintah Kabupaten Jembrana terus bergerak aktif dalam menyelaraskan program pembangunan daerah dengan kebijakan provinsi. Teranyar, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Nakerperin) Kabupaten Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, SSTP, M.H., menghadiri sekaligus mendampingi Bupati Jembrana dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Gubernur Bali.
Pertemuan strategis yang dihadiri oleh seluruh Kepala Daerah se-Bali tersebut berlangsung khidmat di Gedung Kerta Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, pada Senin (8/6/2025).
Rakor yang dibuka langsung oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster, ini membedah sejumlah agenda krusial dan berskala prioritas. Mulai dari percepatan pengalihan sistem pengolahan sampah (open dumping), pengendalian inflasi, penurunan angka kemiskinan, pengentasan pengangguran, hingga penanganan stunting secara terintegrasi.
Solutif dan Lugas: Bupati Jembrana Bedah Tantangan Fiskal hingga Darurat Sampah
Tak sekadar hadir sebagai peserta, Bupati Jembrana yang didampingi oleh Kadis Nakerperin secara lugas memaparkan kondisi objektif Kabupaten Jembrana. Di hadapan Gubernur dan forum, Bupati menyodorkan sejumlah usulan konkret demi mewujudkan visi Jembrana Maju, Harmoni, dan Bermartabat.
Dalam paparannya, Bupati Jembrana mengurai beberapa poin fundamental terkait potret daerah:
Gambaran Umum & Kondisi Makro Ekonomi Jembrana: Evaluasi capaian performa ekonomi daerah sepanjang tahun lalu sebagai pijakan kebijakan tahun berjalan.
Permasalahan Mendasar Anggaran (APBD): Kabupaten Jembrana jujur mengakui tengah menghadapi tantangan keterbatasan fiskal yang cukup berat, menyusul adanya pemotongan dana transfer pusat yang signifikan.
Isu Krusial Pengelolaan Sampah: Jembrana saat ini menghadapi status darurat sampah di TPA Peh dengan volume timbulan mencapai 164 ton per hari (didominasi 75,3% sampah organik dan 19% sampah plastik). Kondisi ini memerlukan penanganan radikal dan cepat.
Pengendalian Inflasi Daerah: Kabar baiknya, hingga Mei, inflasi di Jembrana terpantau sangat terkendali di angka 0,37% (YoY) mengacu pada data Kota Singaraja. Keberhasilan ini merupakan buah manis dari konsistensi pelaksanaan Strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif).
Fokus Efisiensi dan Optimalisasi Sektor Unggulan
Menyiasati keterbatasan anggaran yang ada, Bupati Jembrana menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jembrana kini berfokus pada efisiensi fiskal yang super ketat. Langkah ini dibarengi dengan komitmen penuntasan masalah kedaruratan sampah dari tingkat hulu—yakni mulai dari lingkungan Banjar dan Desa.
"Di tengah tantangan fiskal, kita harus jeli. Fokus kita adalah mengoptimalkan sektor agrobisnis dan memperkuat posisi Hub Logistik Gilimanuk. Dua sektor unggulan ini diharapkan mampu menjadi mesin penggerak baru untuk mendongkrak perekonomian daerah secara berkelanjutan," ujar Bupati Jembrana dalam forum tersebut.
Harapan Sinergi Menuju "Jembrana Pasti Bisa"
Melalui forum koordinasi tingkat tinggi ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana berharap sinergi lintas pemerintah ini membuahkan dukungan penuh, baik dalam bentuk program maupun anggaran stimulan dari Pemerintah Provinsi Bali.
Dengan kolaborasi yang solid antara Pemerintah Kabupaten Jembrana dan Pemprov Bali, tantangan makro mulai dari pengangguran hingga infrastruktur lingkungan optimistis dapat teratasi. Jembrana Pasti Bisa!