NEGARA – Riuh rendah suara gamelan Jegog berpadu dengan gelak tawa penonton Bondres menyemarakkan malam di Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Jumat (20/2). Malam itu bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah momentum kontemplasi bertajuk "Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Jembrana".
Mengusung tema besar “Nandur Rasa Nata Jembrana”, kepemimpinan periode ini dimaknai sebagai kerja dengan hati. Sebuah ajakan untuk membangun Bumi Makepung dengan landasan ketulusan, kebersamaan, dan rasa memiliki demi mewujudkan Jembrana yang maju, harmonis, serta bermartabat.
Bagi Bupati Jembrana, satu tahun bukanlah sekadar penanda waktu di kalender birokrasi, melainkan jejak pengabdian. Dalam sambutannya yang menyentuh, ia mengajak seluruh hadirin menundukkan kepala sejenak untuk bersyukur.
"Jabatan ini bukanlah panggung untuk sekadar tampil, melainkan amanah besar dari rakyat. Program kerja boleh ribuan, namun yang terpenting adalah seberapa nyata manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput," tegas Bupati di hadapan tokoh masyarakat dan undangan yang hadir.
Salah satu kado manis dalam refleksi setahun ini adalah peluncuran "Jembrana Food Truck". Secara simbolis, prosesi pecah kendi dilakukan sebagai tanda dimulainya operasional armada kuliner modern bagi pelaku UMKM lokal.
Langkah ini dinilai sebagai terobosan cerdas untuk mendorong ekonomi kerakyatan. Dengan konsep mobilitas yang fleksibel, para pelaku usaha kini bisa "menjemput bola" ke berbagai lokasi strategis. Program ini tidak hanya soal jualan, tapi juga menjadi wadah edukasi kewirausahaan agar UMKM Jembrana lebih adaptif terhadap tren pasar global.
Tak hanya di sektor ekonomi, apresiasi tinggi juga diberikan kepada para pahlawan olahraga. Pada siang harinya, Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), yang juga menjabat Ketua Umum KONI Jembrana, menyerahkan bonus kepada atlet dan pelatih peraih medali Porprov XVI Tahun 2025.
"Bonus ini adalah pengakuan nyata atas cucuran keringat dan dedikasi mereka yang telah mengharumkan nama Jembrana di kancah provinsi," ujar Wabup Ipat.
Malam refleksi ini terasa semakin hangat dengan kehadiran tokoh-tokoh penting, termasuk mantan Bupati Jembrana periode 2010–2020, I Putu Artha, jajaran Forkopimda, penglingsir puri, hingga para tokoh masyarakat. Kehadiran mereka menyimbolkan dukungan lintas generasi untuk pembangunan Jembrana yang berkelanjutan.
Acara ditutup dengan sesi penyampaian pesan dan kesan dari masyarakat secara terbuka. Ruang dialog ini membuktikan bahwa Pemerintah Kabupaten Jembrana tidak anti-kritik dan justru merangkul partisipasi aktif warga dalam setiap langkah kebijakan.
Dengan semangat Nandur Rasa, Jembrana kini menatap tahun-tahun berikutnya dengan optimisme yang lebih kuat—memastikan setiap benih pembangunan yang ditanam hari ini, akan menjadi pohon kesejahteraan bagi anak cucu di masa depan.