JEMBRANA – Dalam upaya berkelanjutan untuk mencetak tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan siap bersaing di pasar kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Diskerperink) Kabupaten Jembrana bersama UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) resmi membuka program pelatihan kompetensi pada Senin, 29 Juni 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan penuh dengan semangat sinergi ini bersumber dari anggaran Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Banyuwangi. Program kali ini terbagi ke dalam dua skema besar, yaitu Pelatihan Institusional (PBK) sebanyak 5 paket dan Pelatihan Visual Sosial Media (Online/Blended) sebanyak 2 paket.
Guna mengakomodasi berbagai minat dan potensi masyarakat, 5 paket pelatihan vokasi diselenggarakan secara simultan di beberapa lokasi strategis dengan panduan instruktur ahli:
Pelatihan Menjahit Pakaian Dasar Pria dan Wanita
Lokasi: Aula Lantai I UPTD BLK
Instruktur: Victor Dwian Alala
Pelatihan Practical Office Advance
Lokasi: Workshop TIK UPTD BLK
Instruktur: Chandra Mahendra
Pelatihan Pembuatan Roti dan Kue
Lokasi: Workshop Roti dan Kue UPTD BLK
Instruktur: Nimas Wahyu C.
Paket TMT (Pelatihan Instruktur Terampil)
Lokasi: Workshop Bangunan
Instruktur: Made Gede Wisnu Wardana
Pelatihan Pembuatan Jajanan Pasar (Bentuk Harmonisasi dan Pengabdian Masyarakat)
Lokasi: Aula Kantor Lurah Loloan Timur
Instruktur: Desy Lovina
Menyadari pesatnya perkembangan ekosistem digital, Diskerperink Jembrana juga memfasilitasi pelatihan berbasis pemanfaatan teknologi media sosial yang diikuti antusias oleh para peserta:
Pelatihan Konten Visual 1
Lokasi: Aula Lantai II Barat UPTD BLK
Instruktur: Putu Ode Barta A.
Pelatihan Konten Visual 2
Lokasi: Workshop Listrik UPTD BLK
Instruktur: I Komang Sumiarta
Catatan Pembukaan Kegiatan: Seluruh instruktur, panitia, dan peserta yang hadir tampak kompak mengenakan pakaian dinas dan atribut resmi yang berlaku, mencerminkan kedisiplinan dan profesionalisme yang tinggi.
Melalui kolaborasi harmonis antara Diskerperink Kabupaten Jembrana, UPTD BLK, dan BPVP Banyuwangi, program ini diharapkan tidak hanya menekan angka pengangguran, tetapi juga mampu melahirkan wirausaha-wirausaha baru yang kreatif dan mandiri demi kemajuan ekonomi daerah Jembrana.